Cinta itu seperti Teh

00.15

Cinta itu seperti teh.
Seduhnya sebentar saja, karena lama - lama akan menjadi pahit pekat.

Cinta itu seperti teh.
Porsinya secangkir saja, karena banyak - banyak akan bosan.

Cinta itu seperti teh.
Meminumnya lebih baik apa adanya tanpa gula. Awalnya memang pahit, namun merangsang rasa manis alami keluar kemudian. Sedangkan yang manis akan menyisakan rasa asam yang lama hilang.


Kau tau?

Mencintaimu itu seperti minum teh.
Memberi semangat saat aku baru bangun, memberi ketenangan saat aku hendak tidur.

Mencintaimu itu seperti minum teh.
Saat masih panas enaknya diminum sedikit -sedikit, pelan - pelan saja.

Mencintaimu itu seperti minum teh.
Yang kulakukan saat sedang mencari solusi, atau mencari inspirasi.


Sering aku berpikir, teh jenis apakah cintamu itu?

Kunikmati teh madu, yang legit dan memberi tenaga, lalu kuingat kamu.
Kunikmati teh melati, yang menenangkan dan menginspirasi, lalu kuingat kamu lagi.
Kunikmati teh hijau panas, yang jujur berkata dan pekat apa adanya, lalu kuingat kamu kembali.
Kunikmati teh lemon dingin, yang segar dan memberi kebebasan, lalu kuingat kamu selalu.

Hmmm..
Aku, Teh, dan Kamu

Aku kesulitan mendefinisikan teh jenis apakah cintamu itu. Kamu tidak seperti teh madu, tidak juga seperti teh melati. Kamu tak kutemukan di teh manis panas di warung makan samping kampus. Tidak juga teh hijau panas di restoran jepang.

Kamu unik tak terbatas. Kuputuskan kau itu memang teh dengan jenis dirimu sendiri.

Teh yang paling kusuka, itulah Kamu.



You Might Also Like

1 comments