- 02.04
- 0 Comments
- 01.55
- 0 Comments
- 08.42
- 0 Comments
- 10.10
- 0 Comments
Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengingatkan, "Demi Allah bukanlah kemiskinan yang paling aku takutkan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan adalah dihamparkan kepada kalia kekayaan dunia, sebagaimana telah dihamparkan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba mendapatkannya hingga kalian binasa sebagaimana mereka binasa."
- 05.57
- 0 Comments
- 11.40
- 0 Comments
- 05.28
- 2 Comments
- 05.49
- 0 Comments
Jika dalam pencarian ini kamu lebih dulu menemukan ia yang akan mendampingimu dan dalam prosesnya, ia sering membuatmu kesal, maka bersabarlah. Sebab barangkali diantara mimpi-mimpinya ada yang bermula dari dirimu. Dirinya yang berproses itu adalah untuk memperjuangkanmu.
Lelaki butuh waktu. Dunianya tidak melulu tentangmu. Ada orang tua, keluarga, pekerjaan, dan impian-impiannya yang harus dikejar. Jadilah perempuan yang bisa memahami, mengerti, serta memberi porsi yang pas antara kapan harus hadir dan kapan harus memberi ruang. Jadilah pendukung setia tanpa harus membuatnya terkekang.
Dukunglah ia dengan perhatian dan doa-doamu. Barangkali hasilnya memang tidak langsung terasa, tapi suatu saat ia akan tahu bahwa kamu bisa menjadi tempat ia bersandar disaat perempuan lain menyerah dan hanya bisa bersungut karena tidak ditemani setiap hari. Jadilah perempuan yang bisa memberi disaat perempuan lain hanya bisa menuntut.
Bersabarlah, dek. Jika ia memang lelaki baik-baik, dia akan bertahan dan memperjuangkan hidupnya untuk mampu menghidupimu. Dia akan membanting tulangnya untuk menjadi tulang punggung yang kokoh bagimu. Kesabaranmulah yang menentukan apakah kamu bisa menjadi bagian dari masa depannya atau tidak.
Dek, melalui tulisan ini sekali lagi aku mencoba mengikhlaskanmu. Pesanku, jadilah perempuan itu. Perempuan yang bisa diandalkan, bukan penghambat masa depan. Apa kamu sanggup?
- 10.25
- 2 Comments
- 00.04
- 0 Comments
- 03.49
- 1 Comments
Sebenarnya, kita lah yang menciptakan kemiskinan itu lewat standar yang kita buat-buat sendiri.
Seringkali, kita merasa iri kepada mereka yang selalu terpenuhi kebutuhannya karena memiliki banyak harta dan kekuasaan. Padahal, sebenarnya posisi mereka sama dengan kita; sama-sama sedang diuji. Orang kaya, diuji dengan hartanya. Orang pandai, diuji dengan ilmunya. Penguasa, diuji dengan kedudukannya. Orang tertindas, diuji kesabarannya.
Bukankah apapun yang kita miliki tapi tidak kita butuhkan, hanya akan membebani kita, Ka?
Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang, Ka. Dengan bersyukur, kita tidak akan merasa miskin dan akan tetap tersenyum karena merasa cukup.
______________________________
(*) lihat Quran Surah An Najm (53) ayat 43-45 dan 48.
- 03.15
- 0 Comments
- 11.20
- 0 Comments
Semoga kita semua mampu mengambil manfaatnya. Semoga kita tetap saling mengingatkan kesalahan dan mengajak orang lain pada kebenaran, apapun resikonya. Umat manusia membutuhkan kita semua untuk bersama-sama menuju pada kebaikan.
- 10.16
- 0 Comments
- 23.58
- 0 Comments
- 07.24
- 0 Comments
aku suka menulis, walau sering dibilang omong doang, tidak ada aksi. karena ketika mataku hanya mampu menatap, pemikiranku harus bisa abadi menetap. (suatu hari, aku harap kau mau membaca tulisan-tulisanku.)
aku suka baca buku, walau sering dianggap culun. karena aku sadar wajahku pas-pasan. jadi bahan obrolanku denganmu tidak boleh pas-pasan. (suatu hari, aku harap kau mau membaca dan mendiskusikan buku-bukuku.)
aku memang belum lulus kuliah. karena 'kebelum-lulusanku' membuatku memiliki lebih banyak waktu untuk menempa diri, demi membantuku saat 'kesudah-lulusanku.'
aku hidup di dunia tidak untuk membuat orang lain terkesan. kamu tidak perlu setuju dengan apa yang aku lakukan. kamu hanya perlu jujur tentang apa yang ingin kamu lakukan. buat apa merendahkan harga diri untuk mengikuti arus omongan orang lain?
sabar bukan berarti terus diam dan menumpuk amarah di hatimu. sabar adalah berani mengungkapkan apa yang membuatmu terganggu tanpa harus kehilangan kontrol atas emosimu.
ayo mulai jujur dengan diri sendiri :)
- 23.35
- 0 Comments
tentang 'karma', jujur saya tidak terlalu peduli hal itu karena saya berfokus pada memberikan cinta. bukan membalas 'karma'
entah ada atau tidaknya dan bagaimana mekanismenya, 'karma' kerap dijadikan alasan orang-orang yang sakit hati untuk menghibur diri.
mereka sering menggunakan 'karma' untuk menyalahkan orang lain atas rasa sakit hati yang kadang mereka buat-buat sendiri, sampai lupa mungkin apa yang mereka rasakan sekarang adalah buah akibat perbuatan mereka dulu.
benar atau salah, menurut saya, yang terpenting adalah tindakan kita. bukan mengharapkan balas dengan mengutuk orang (yang menurut kita salah) menggunakan 'karma'
dan jika memang 'karma' benar ada, bukankah lebih baik jika kita fokus kepada cara terbaik memberi cinta, agar 'karma' berikan cinta itu kembali pada kita?
daripada meninggikan suara untuk saling menyalahkan, lebih baik merendahkan hati untuk saling mendengarkan bukan?
- 21.11
- 0 Comments
jika karena kekritisan kau dijauhi, bersyukurlah karena dijauhkan dari orang-orang bebal.
tidak usah takut diremehkan atau dikucilkan.
diremehkan orang itu enak. kita bisa lihat kekagetannya saat tahu hanya kita yang mampu menolong kesusahannya.
cobalah sesekali keluarlah dari bingkaimu. niscaya pose hidupmu tidak itu-itu melulu.
- 20.36
- 0 Comments
merasa dicintai sebegitunya, kadang sering membuat kita berlaku seenaknya saja. lupa kalau ia bisa pergi kapan saja.
semoga kita tidak menyepelekan kesederhanaan. sebab ia tak sesepele dan sesederhana yang kita kira. (dan semoga kita senantiasa sederhana tanpa ada kecenderungan untuk menyederhanakan banyak hal)
karena pada akhirnya, hidup hanya tentang seberapa mampu kita membawa banyak orang datang di hari pemakaman kita nanti.
- 01.50
- 0 Comments







