Aku Kehilangan Tuhan
04.53Suatu ketika aku bangun pagi.
Begitu membuka mata, aku sadar ada yang hilang.
Ada yang kosong dan tidak tergenapi.
Aku kehilangan Tuhan.
Aku panik..
Biasanya Dia tidak pernah pergi.
Aku mencari-Nya ke sepenjuru kamar.
Nihil..
Di bawah lemari, di bawah meja, dibalik tumpukan baju,
Kosong...
Dia tidak juga ada..
Dimana Dia?
Aku merasa kosong.
Kupanggil pun Dia tidak menyahut.
"Dia dimana? Aku tidak bisa diam saja. Tuhan sudah hilang hari ini. Aku harus mencarinya."
Aku memutuskan untuk pergi.
Aku menyusuri sepanjang jalan..
Bertanya pada orang - orang.
Mencoba mencari petunjuk sekecil apapun atau isyarat setipis sehelai rambut dibelah tujuh sekalipun.
Nihil..
Seperti orang gila aku menelisik ke segala penjuru.
Menyibak dedaunan, meneliti butiran debu, dan menengok ke segala sisi.
Tak kubiarkan sisi tersembunyi sekalipun luput dari pencarianku.
Aku melangkah hingga titik terujung, kemudian berputar kembali ke titik awal dengan kelelahan.
Aku pulang dengan tangan kosong.
Aku menyerah..
"Baiklah Tuhan, aku menyerah. Kamu sedang ingin bermain petak umpet denganku? Ayolaah, Ini mulai tidak asyik. Tuhan, dimana Kamu?"
Aku terduduk kepayahan di depan lantai kamarku.
Lirih meratap, "Tuhan, kemana Kamu? Dimana Kamu sayang?"
Dan sebuah suara memecah lamunanku.
"Aku tidak kemana - mana. Mengikutimu sedari tadi"
"Kenapa tadi kamu hilang? Kenapa tidak menjawab?" tanyaku lagi pada Tuhan, meminta pertanggung jawaban.
"Aku tidak pernah hilang. Kepekaanmulah. Sedari tadi aku menjawab. Kamu yang menutup telinga.." dia diam sebelum melanjutkan, "Aku tidak pernah kemana - mana. Kamulah yang kadang pergi..."
0 comments