Bersyukur
03.15
Tidak ada yang benar-benar kekurangan.
Tuhan menciptakan tawa dan tangis. Tuhan mematikan dan menghidupkan. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Tapi Tuhan tidak pernah menciptakan kekayaan dan kemiskinan. Ia menyandingkan kekayaan dengan kecukupan. (*)
Sebenarnya, kita lah yang menciptakan kemiskinan itu lewat standar yang kita buat-buat sendiri.
Seringkali, kita merasa iri kepada mereka yang selalu terpenuhi kebutuhannya karena memiliki banyak harta dan kekuasaan. Padahal, sebenarnya posisi mereka sama dengan kita; sama-sama sedang diuji. Orang kaya, diuji dengan hartanya. Orang pandai, diuji dengan ilmunya. Penguasa, diuji dengan kedudukannya. Orang tertindas, diuji kesabarannya.
Sebenarnya, kita lah yang menciptakan kemiskinan itu lewat standar yang kita buat-buat sendiri.
Seringkali, kita merasa iri kepada mereka yang selalu terpenuhi kebutuhannya karena memiliki banyak harta dan kekuasaan. Padahal, sebenarnya posisi mereka sama dengan kita; sama-sama sedang diuji. Orang kaya, diuji dengan hartanya. Orang pandai, diuji dengan ilmunya. Penguasa, diuji dengan kedudukannya. Orang tertindas, diuji kesabarannya.
Ka, pada hakikatnya, kita hanya perlu hidup berkecukupan.
Seseorang bisa saja memiliki ratusan pakaian mahal, tapi ia hanya mampu mengenakannya satu sekali waktu. Seseorang bisa saja memiliki banyak makanan lezat di meja makannya, tapi ia hanya mampu menghabiskan beberapa sampai ia kenyang. Seorang tukang bangunan tidak membutuhkan stetoskop dan jarum suntik untuk membangun rumah. Pun juga dokter, tidak membutuhkan linggis dan sekop untuk mengobati pasiennya. Ikan tidak membutuhkan paru-paru untuk bernafas, seperti halnya harimau yang tidak membutuhkan insang untuk beraktivitas.
Bukankah apapun yang kita miliki tapi tidak kita butuhkan, hanya akan membebani kita, Ka?
Bukankah apapun yang kita miliki tapi tidak kita butuhkan, hanya akan membebani kita, Ka?
Ka, setiap orang memiliki peran masing-masing dalam tatanan semesta. Kita tidak bisa menyamaratakannya dengan standar yang kita buat-buat sendiri. Tuhan sangat baik dengan memberikan secukupnya, sesuai apa yang kita butuhkan. Walau terkadang tidak selalu sama dengan yang kita inginkan. Sayangnya, banyak sekali dari kita yang lupa akan hal itu. "Sawang Sinawang", kalau kata orang Jawa bilang.
Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang, Ka. Dengan bersyukur, kita tidak akan merasa miskin dan akan tetap tersenyum karena merasa cukup.
______________________________
(*) lihat Quran Surah An Najm (53) ayat 43-45 dan 48.
Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang, Ka. Dengan bersyukur, kita tidak akan merasa miskin dan akan tetap tersenyum karena merasa cukup.
______________________________
(*) lihat Quran Surah An Najm (53) ayat 43-45 dan 48.

0 comments