Hari Pendidikan
05.57
Dik, manusia bisa dikatakan sukses jika
ia benar-benar menjadikan dirinya berguna buat orang lain. Tapi sekarang, tidak banyak orang
yang mau melakukannya. Bukan karena ia tidak mampu atau tidak mau, tapi karena
ia lupa. Ia lupa akan hal-hal yang menjadikannya manusia. Ia keblinger oleh harta benda, gelar,
pangkat, popularitas, dan kalah oleh kemaluannya.
Dik, tujuan kita bersekolah itu biar
menjadi pintar. Orang tua kita menyekolahkan kita setinggi-tingginya biar
terhindar dari kebodohan dan ‘kemiskinan’. (Kata ‘miskin’ disitu
artinya bukan tentang uang lho ya
dik? tapi tentang mental.) Nah sekarang ini, orang berlomba-lomba masuk SD
favorit, SMP unggulan, SMA kelas internasional biar selanjutnya punya peluang
besar untuk masuk universitas yang berkelas. Universitas yang berkelas itu diharapkan bisa mengantarkan kita untuk dapat pekerjaan, jabatan, status
sosial dengan penghasilan tinggi dan fasilitas mumpuni. Bisa dibilang,
pendidikan sudah menjadi sebuah investasi.
Lalu apa yang manusia lupakan dik? Ilmu tentang kebijaksanaan. Sekarang
pendidikan bukan lagi mencari ilmu untuk menjadi seseorang yang bijaksana dan
menjadi sebenar-benar manusia. Orang lebih suka bicara hal yang 'realistis', yaitu Uang.
“Nggak ada uang, nggak bisa makan!” katanya.
Akhirnya, orang-orang yang kelaparan, kemiskinan, kesusahan, kemelaratan, nelayan, petani, dan
buruh itu jadi dianggap tidak realistis. Karena tidak realistis, manusia berbondong-bondong
tidak ada yang mau menjadi mereka. Padahal, mereka itulah yang lebih dekat dengan
kebijaksanaan. Coba dik, pernah dengar berita nelayan ditangkap KPK apa tidak? Atau petani yang terlibat kasus suap? Atau buruh yang jadi buronan interpol? Itu sedikit contoh bahwa ilmu tinggi dan kekayaan tidak berjalan lurus dengan kebijaksaan dan mental yang benar.
Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengingatkan, "Demi Allah bukanlah kemiskinan yang paling aku takutkan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan adalah dihamparkan kepada kalia kekayaan dunia, sebagaimana telah dihamparkan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba mendapatkannya hingga kalian binasa sebagaimana mereka binasa."
Nabi Muhammad SAW sendiri pernah mengingatkan, "Demi Allah bukanlah kemiskinan yang paling aku takutkan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan adalah dihamparkan kepada kalia kekayaan dunia, sebagaimana telah dihamparkan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba mendapatkannya hingga kalian binasa sebagaimana mereka binasa."
Ah, dik. Maafkan aku yang sok bijaksana
ini. Masih sangat jauh langkahku untuk bisa jadi manusia seutuhnya. Tapi setidaknya
aku sudah mengingatkanmu biar setinggi apapun impianmu, tidak membuatmu lupa
siapa dirimu sebenarnya dan tidak membuatmu lupa nasib orang-orang disekitarmu. Selamat Hari Pendidikan, dik. Dari
sekarang, belajarlah lewat media apapun dan jadilah manusia! OK? Sanggup? Kamu pasti bisa! I’m so proud of you.
0 comments