Bocah Riang di Jiwaku



aku selalu salut pada siapa saja yang memelihara jiwa kanak-kanak dalam dirinya. jiwa kanak-kanak yang abadi selalu membuatku happy. imajinasi liar, rasa peduli dan penasaran tinggi, tingkah nggak kenal rasa takut, dan kasih sayang yang tulus. ooooooh!

wahai bocah riang di jiwaku, tetaplah seperti itu, meski waktu terus melaju dan keras hidup terus menghimpitmu, meski banyak orang bilang kelakuanmu layaknya anjing, sesungguhnya mereka lupa bahwa anjing akan setia mati, kalau diperlakukan dengan benar. 

ooh bocah riang di jiwaku, tahun-tahun masih menunggu, banyak pertemuan dan perpisahan menanti di depanmu. jadilah seorang visioner yang menikmati hari ini dan belajar dari sejarah.

ooh bocah riang di jiwaku, teruslah berjuang sekuatmu sampai kamu nggak usah bingung kapan ketemu jodohmu, tapi jodohmu yang bingung kapan ketemu kamu.

seperti kata Sutan Sjahrir, "hidup yang tak diperjuangkan, tak dapat dimenangkan." 

Teman Hidup

Sulastri, kita memang tak tahu ke arah mana Tuhan menggiring kaki kita. kita tak tahu bagaimana Tuhan menjalankan rencanaNya pada kita. ada teman yang pas kuliahnya berprestasi, tapi sampai sekarang belum dapat kerja. ada teman yang waktu kuliahnya "njancuki", eh dia malah lebih dulu dapat kerja. Yah, namanya juga hidup, Las. sekarang bukan zamannya lagi pintar/bodoh, tapi sudah nasibnya/belum nasibnya. tak ada yang perlu diratapi ya to?

Las, kamu tau apa yang pasti di hidup ini? ketidakpastian. brace yourself! manusia boleh saja bermimpi dan berencana ini itu, tapi kalau Tuhan nggak mengizinkan, ya tetap saja tak akan terjadi. jadi, besok kalau pacarmu sudah menjanjikan kamu kepastian hidup ini-itu, segera tatap matanya dalam-dalam, pegang dagunya, dekatkan bibirmu ke bibirnya, dan berbisiklah perlahan, "ndasmu mz" ehehe. 

bukan-bukan. maksud saya, Allah kan pernah berfirman di QS 1:216 bila yang kamu senangi belum tentu yang terbaik buatmu kan, Las? 

oh Lastri, tenang saja. yang bisa kita lakukan sekarang adalah saling memahami dan menguatkan. terus saja kita berdoa untuk masa depan. sesungguhnya Tuhan sedang melihat sekeras apa kita berusaha dan sekencang apa kita berdoa. kalaupun belum ada hasil yang signifikan dalam usaha kita, tak apa-apa. toh ya nggak ada pekerjaan yang sia-sia di dunia ini, karena pekerjaan paling sia-sia di muka bumi ini adalah memberi nasehat pada orang yang sedang jatuh cinta. 

uhuk, siapa itu?

Meninggalkan dan Ditinggalkan

Ningsih, kalau seseorang pergi dari hidupmu nanti, kamu nggak usah takut atau sedih, Ning. Kita tidak pernah bisa merencanakan pertemuan dengan seseorang, lalu kenapa kita harus bersedih karena perpisahan? Sudah jadi kodrat manusia untuk tidak diam di tempat yang sama. Urusannya hanyalah, apakah kita yang meninggalkan atau malah yang ditinggalkan. Dan kepergian yang paling dekat adalah; kematian.

Time flies, People change, Ning.
Ada yang dulunya sering main bareng, sekarang udah sibuk sama urusannya sendiri-sendiri. Ada yang dulunya suka memanggil Sayang sekarang berubah panggilannya menjadi Asu. Ada yang dulunya selalu tak sabar ingin bertemu, sekarang saling membuang muka saat berpapasan. Ada yang dulunya sering menanyakan kabar, sekarang malah saling unfollow di media sosial. Ada yang dulunya bilang sabar menunggu dinikahi, sekarang malah sudah menikah duluan. ehe.

Oh, Ningsih kekasihku. Jangan menggantungkan nasibmu pada orang lain. Persiapkan dirimu. Suatu hari nanti kita pasti merasakan yang namanya kehilangan teman-teman, kehilangan harta, kehilangan cinta, kehilangan saudara, kehilangan orang tua. Namun mau bagaimanapun, jangan sampai kamu kehilangan diri sendiri. Dirimu lebih besar daripada kesedihan dan ketakutan-ketakutan tak berdasar. 

Kalau hatimu dilukai kekasihmu, kecewa karena dikhianati, merasa hina karena dicampakkan, dan merasa tak berguna karena tak dihargai, jangan menyerah, Ning! Esok hari, kita akan jauh lebih kuat lagi selama kita mau belajar dari masa lalu. Ingat, Ning. Jangan biarkan masa lalu mempecundangimu dan masa depan menciutkanmu!

Dan kamu tahu Ning, siapakah yang tak mungkin memberimu janji palsu, meninggalkanmu, menyakitimu, mengecewakanmu? Dialah Allah SWT.