Kesendirian
10.06saat aku sendirian, aku merasa lebih manusia dari manusia pada umumnya. seketika, aku mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. terus mencari makna besar, yang tersimpan rapat di balik hal-hal kecil yang sering luput dari kepekaan panca indera.
puisi, lagu, buku. ratusan kata-kata aku muntahkan disana. ribuan ingatan tentangmu aku bakar hangus-hangus dalam tungku api semesta yang disebut manusia sebagai doa.
tentang luka? bagiku itu pintu surga. terbiasa sendirian ditengah keramaian membuatku berpikir, kira-kira, berapa banyak danau yang bisa terbentuk dari air mata manusia-manusia itu? air mata yang terpaksa mampat, sengaja disumbat oleh topeng-topeng gengsi.
sering aku tertawa sendirian. padahal tidak ada kau.
0 comments