Puisi Sempit 07.31 untukmu, aku sempatkan waktuku yang semakin sempit. Share This Story Share on Facebook Share on Twitter Pin this Post Tags: Racauan Posting Lebih Baru Posting Lama latifhendra You Might Also Like 1 comments Muhammad Choirul Anwar23 Oktober 2015 pukul 09.39Sayang, terlalu sempit untuk sebuah kenikmatanBalasHapusBalasanBalasTambahkan komentarMuat yang lain...
1 comments
Sayang, terlalu sempit untuk sebuah kenikmatan
BalasHapus